Salah seorang kerabat korban mengatakan, Mario seharusnya mendapatkan tindakan medis berupa jahitan pada luka di bagian telinga. Namun, tindakan tersebut disebut batal dilakukan karena keluarga tidak mampu membayar biaya perawatan.
“Seharusnya korban dijahit lukanya pada bagian telinganya, tetapi karena tak punya lagi biaya untuk membayar biaya rumah sakit, keluarga sepakat untuk keluar dari rumah sakit,” ungkap kerabat korban yang meminta namanya tidak disebutkan.
Menurutnya, keluarga sebelumnya telah mengeluarkan biaya sekitar Rp1,2 juta untuk pemeriksaan laboratorium, obat-obatan dan pelayanan di IGD.
